Sabtu, 02 Maret 2013

Karakter Seseorang


a.      Pengertian Karakter
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Karakter memiliki arti: 1). Sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. 2).Karakter juga bisa bermakna "huruf".
Menurut (Ditjen Mandikdasmen - Kementerian Pendidikan Nasional), Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat,  bangsa  dan  negara.  Individu  yang  berkarakter  baik  adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.
W.B. Saunders, (1977: 126) menjelaskan bahwa karakter adalah sifat nyata dan berbeda yang ditunjukkan oleh individu, sejumlah atribut yang dapat diamati pada individu.
Gulo W, (1982: 29) menjabarkan bahwa karakter adalah kepribadian ditinjau  dari titik  tolak etis  atau  moral,  misalnya kejujuran seseorang, biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap.
Kamisa, (1997: 281) mengungkapkan bahwa karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat, watak. Berkarakter artinya mempunyai watak, mempunyai kepribadian.
Wyne mengungkapkan bahwa kata karakter berasal dari bahasa Yunani “karasso” yang berarti “to mark” yaitu menandai atau mengukir, yang memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Oleh sebab itu seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkarakter jelek, sementara orang yang berprilaku jujur, suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia. Jadi istilah karakter erat kaitannya dengan personality (kepribadian) seseorang.
Alwisol menjelaskan pengertian karakter sebagai penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit. Karakter berbeda dengan kepribadian kerena pengertian kepribadian dibebaskan dari nilai. Meskipun demikian, baik kepribadian (personality) maupun karakter berwujud tingkah laku yang ditujukan kelingkungan sosial, keduanya relatif permanen serta menuntun, mengerahkan dan mengorganisasikan aktifitas individu.

b.      Macam-macam karakter
Hipocrates dalam Darwis (2009) menggolongkan manusia dalam empat jenis karakter, yaitu :
  1. Sanguine : Pembicara, Orang sanguin sangat gampang dikenali. Dia adalah pusat perhatian, selalu riang, ramah, bersemangat, suka bergaul atau luwes dan suka berbicara. Segala sesuatu yang dihadapi dianggap sangat penting hingga dilebih-lebihkan tapi selalu pula dapat dilupakan begitu saja. Inilah salah satu kejelekan mereka disamping tidak disiplin, tidak bisa tenang atau gelisah, tidak dapat diandalkan dan cenderung egois.
  2. Kolerik : Pemimpi, Seorang kolerik amat suka memerintah. Dia penuh dengan ide-ide, tapi tidak mau diganggu dengan pelaksanaannya sehingga lebih suka menyuruh orang lain untuk menjalankannya. Kemauannya yang keras, optimistik, tegas, produktif dipadu dengan kegemaran untuk berpenampilan megah, suka formalitas dan kebanggan diri menjadikannya seseorang yang berbakat pemimpin. Tapi karena dia juga senang menguasai seseorang, tidak acuh, licik, bisa sangat tidak berperasaan ( sarkastis) terhadap orang dekatnya sekalipun, akan menjadikan dia sangat dibenci.
  3. Melankolik : Pelaksana, Segala sesuatu amat penting bagi dia. Perasaannya adalah hal yang paling utama. Justru karena itu dia melihat sisi seni sesuatu, idealis, cermat, dan amat perfeksionis. Kelemahannya ialah ia selalu berpikir negatif, berprasangka buruk, yang membuatnya khawatir, dan sibuk berpikir.
  4. Flegmatik : Penonton, Orangnya tenang, lembut, efisien, kurang bergairah, tapi juga tidak gampang kena pengaruh. Orang-orang akan menyangka dia tidak berminat atau tidak tertarik disebabkan oleh lamanya dia mengambil tindakan atas sesuatu. Dia bertindak atas dasar keyakinannya bukan atas dorongan naluri. Suka melindungi diri, tidak tegas, penakut, kikir adalah kelemahannya.

Sumber: 

Kamis, 21 Februari 2013

Hak Muslim terhadap Muslim lainnya


6 Hak seorang muslim dari muslim lainnya  :
1.      Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam kepadanya.
2.      Apabila iamengundangmu engkau memperkenankan undangannya.
3.       Apabila ia meminta nasehat, engkau menasehatinya.
4.      Apabila ia bersin dan memuji Allah, hendaklah engkau mentasymitkannya (berdoa untuknya).
5.       Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya.
6.       Apabila ia mati hendaklah engkau antarkan jenazahnya. (HR.Muslim dan Tirmizi).

1.     Mengucapkan Salam
Islam datang untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkan bangunan yang tunggal dan menghindari factor-faktor yang dapat menimbulkan perpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Sehingga mereka yang bersatu itu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niat sucinya .  Oleh karena itu awal pertemuan dengan sesama muslim agar hati mereka terikat satu dengan yang lainnya hingga timbulnya rasa saling menyinta  dimulai dengan mengucapkan dan menyebarkan salam : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Sabda Rasulullah SAW:
"Demi Dzat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak masuk surga sehingga mereka beriman, dan mereka tidak beriman sehingga mereka saling menyinta.  Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu saling menyinta?  Sebarkan salam di kalangan kamu."
Salam yang merupakan alat penghormatan kaum muslimin lebih menegaskan bahwa agama mereka adalah agama damai dan aman, serta mereka adalah penganut salam (perdamaian) dan pencinta damai. Dalam hadis Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai penghormatan bagi umat kami dan jaminan keamanan untuk kaum zimmah kami.”
Dan seseorang tidak layak memulai pembicaraan kepada sesamanya sebelum ia memulainya dengan ucapan salam, karena salam adalah ungkapan rasa aman dan tidak ada pembicaraan sebelum adanya rasa aman.  Rasulullah saw bersabda :
“Ucapkan salam sebelum memulai berbicara.”

2.      Memenuhi Undangan
Seorang muslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh karena itu kewajiban yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut sebagai mana sabda Rasulullah saw :
"Penuhilah undangan ini jika kamu diundang."
Undangan yang diberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar kepada  saudaranya yang diundang tersebut sehingga bagi yang tidak memenuhi undangan tentu saja menyebabkan kekecewaan. Mengabaikan undangan disamakan dengan pembangkangan kepada Allah dan Rasul, begitu juga sebaliknya saat seseorang yang datang tanpa diundang diumpamakan seperti pencuri, karena kedatangannya tidak diinginkan oleh yang mengundang seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud
"Barangsiapa diundang kemudian dia tidak memenuhi undangan tersebut, maka ia telah membangkang pada Allah dan RasulNya.  Dan barangsiapa masuk tanpa diundang, maka ia masuk       sebagai pencuri."

3.      Memberi Nasehat
Memberi nasehat kepada sudara muslim yang memintanya hendaklah dipenuhi. Karena nasehat ini dapat mendorong saudaranya kearah kebaikan. Nasehat yang tulus akan berbekas dan berpengaruh sehingga dapat masuk kedalam relung hati yang terbuka untuk menerimanya. Bagi yang menasehati saudaranya, hendaknya ia mengerjakan apa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasehatkan, sebab nasehat yang tidak diamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasehati. Dan sesungguhnya agama ini adalah nasehat sebagaimana sabda Rasulullah saw :
“Agama itu nasehat” Kami bertanya kepada beliau, “Nasehat kepada siapa ?” Beliau menjawab : “Terhadap Allah, Quran, RasulNya, pemimpin-pemimpin dan seluruh kaum Muslimin”.

4.     Mendoakannya ketika bersin
Mendoakan saudara yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang terhadap saudaranya, sebab tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada penciptanya : “Alhamdulillah”, serta merta ia yang mendengarkannya menanggapi dengan mengucapkan “Yarhamukallah” (Semoga Allah memberimu Rahmat), ia merupakan ucapan simpati dan doa atas kondisi saudaranya yang senantiasa memuji Allah dalam setiap keadaan khususnya saat ia bersin. Maka mendoakan dengan Rahmat layak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah tersebut. Saat mendapatkan doa Rahmat, maka saudaranya  itu hendaknya juga membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan mengucapkan : Yahdini wayahdikumullah wa yuslih balakum” (Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu).
Doa tersebut cerminan telah terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim yang senantiasa menghendaki kebaikan bagi saudaranya.

5.      Menjenguknya ketika sakit
Merupakan kewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapat meringankan beban derita sisakit yang merana sendirian dan merasa terasing. Kedatangannya hendaknya dapat meringankan beban sisakit dan dapat menghiburnya.
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : “Wahai bani Adam, Aku sakit dan kamu tidak menjengukKu. “Ia berkata : “Wahai Rabbku, bagaimana bisa aku menjengukMu sedang Engkau adalah Tuhan sekalian Alam ?”  Allah menjawab “Tidakkah kamu mengetahui bahwa seorang hambaKu fulan sakit dan kamu tidak menjenguknya ? Tidakkah kamu mengetahui bahwa andaikata kamu menjenguknya, kamu mendapatiKu di sisinya ? (HR.Muslim).
Rasulullah saw memberikan motivasi kepada umatnya agar menjenguk orang sakit dengan menempatkannya di antara buah-buahan surga, sabda Rasulullah saw :
Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama muslim, maka ia tetap berada di antara buah-buahan surga yang siap dipetik, sampai akhirnya ia kembali (HR.Muslim).
Sangat indah sekali ajaran Islam, setiap kebaikan yang dilakukan untuk orang lain tidak luput balasannya di sisi Allah swt.

6.      Mengiringi jenazahnya
Persaudaraan sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut berta’ziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranya dimasukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akan berjumpa di surganya Insya Allah.
Allah swt bahkan akan memberikan pakaian kehormatan bagi mu’min yang berta’ziyah kepada saudaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Amr bin Haram : Tiadalah di antara mu’min berta’ziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali Allah mengenakan pakaian kehormatan pada hari kamat.

Minggu, 17 Februari 2013

REMORA


“ Rumah Belajar REMORA”

Filosofi nama Remora berasal dari nama ikan kecil yang membersihkan sisa makanan pada ikan hiu. Jadi walaupun tempat bimbelnya kecil dan sederhana tapi mampu bersaing dengan tempat bimbel lainnya yang sudah besar.. Heee.. :)

foto2 bersama murid2 REMORA:




Kamis, 31 Januari 2013

Adobe Photoshop


TUTORIAL PHOTOSHOP
#1 MEMBUAT RERUMPUTAN




1.        PERSIAPAN
a.       Jalankan Adobe Photoshop
b.      Buatlah  bidang kerja baru kosong 800 x 600 pixel. Klik menu File => New. Karena untuk tampil di layar monitor, maka satuan unit = pixels.
c.       Klik menu file => open, jika ingin menambahkan gambar lain.
d.      Tekan Tab di keyboard untuk menampilkan hanya bidang kerja. Tekan Tab kembali ke tampilan lengkap sebelumnya.

2.        BACKGROUND

Efek awan
a.       Aktifkan bidang kosong yang telah dibuat.
b.      Klik menu Filter => render => Clouds. Maka tampil awan kombinasi warna foreground dan background yaitu hitam dan putih.
c.       Agar warna awan kombinasi biru dan putih, atur warna foreground dan Backgroundnya. Untuk mengganti warna Foreground, klik warna biru langit (CMKY Cyan) di pallete Swatches. Pastikan warna background putih.
Catatan: untuk merubah warna Background, Ctrl + Klik warna di pallete Swatches.
d.      Beri efek awan lagi, klik menu Filters => Render => Clouds. Maka tampil awan kombinasi biru dan putih.

Gradasi
a.       Atur warna foreground menjadi biru muda, klik warna Pure Cyan Blue di palette Swatches.
b.      Kita akan membuat gradasi warna biru muda ke transparan. Klik Gradient Tool (G).
c.       Diatas layar ada property bar/parameter untuk gradasi, atur menjadi Foreground to transparent. Dibidang kerja, drag dari atas sampai bawah, maka tampil warna biru gradasi ke transparan.

Efek cahaya matahari
a.       Aktifkan/klik bidang kerja anda.
b.      Klik menu filters => Renders => Lens flare. Maka tampil kotak dialog, setelah itu atur parameternya sesukamu.

3.        FOREGROUND

     Kotak hijau
a.       Urusan background selesai, kita akan membuat objek didepan/ atasnya. Unttk membuat layer baru klik ikon Create a New Layer, maka akan ada layer baru dengan nama layer 1.
b.      Pastikan layer 1 aktif. Buat seleksi berbentuk kotak dengan Rectagular Marquee Tool (M).
c.       Klik warna hijau di palette Swatches.
d.      Seleksi tersebut akan diisi warna hijau. Klik menu Edit => Fill dengan parameter Use = Foreground Color.


Brush untuk rumput
a.       Matikan seleksi yang ada, klik menu Select => Deselect.
b.      Aktifkan Brush Tool (B). Di property bar atur Brush Type = Dune Grass dengan opacity = 100 agar tidak transparan.
c.       Pastikan layer 1 aktif. Drag untuk Brush di bidang kerja anda. Maka akan muncul rumput hijau bervariatif dan tidak rapi.
d.      Batalkan langkah terakhir, klik menu Edit => Undo.
e.       Kini brush akan diatur lebih sederhana tanpa ada variasi warna. Klik Tab Brush, lalu matikan parameter Brush Dynamics agar brush rumput tidak bervariasi.
f.       Brush lagi untuk membuat rumput seperti sebelumnya. Kini rumput hanya berwarna hijau dan lebih menyatu.

Kamis, 10 Januari 2013

LIFE STYLE (GAYA HIDUP)


LIFE STYLE

A.  PENGERTIAN
Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya. Gaya hidup merupakan frame of reference yang dipakai sesorang dalam bertingkah laku dan konsekuensinya akan membentuk pola perilaku tertentu.
Terutama bagaimana dia ingin dipersepsikan oleh orang lain, sehingga gaya hidup sangat berkaitan dengan bagaimana ia membentuk image di mata orang lain, berkaitan dengan status sosial yang disandangnya. Untuk merefleksikan image inilah, dibutuhkan simbol-simbol status tertentu, yang sangat berperan dalam mempengaruhi perilaku konsumsinya.

B.  Bentuk-bentuk Gaya Hidup

Ada beberapa bentuk gaya hidup, antara lain:
a. Industri Gaya Hidup
Dalam abad gaya hidup, penampilan diri itu justru mengalami estetisisasi. Ungkapan “Kamu bergaya maka kamu ada!” adalah ungkapan yang mungkin cocok untuk melukiskan kegandrungan manusia modern akan gaya. Itulah sebabnya industri gaya hidup untuk sebagian besar adalah industri penampilan.
b. Iklan Gaya Hidup
Di dalam era globalisasi informasi seperti sekarang ini, yang berperan besar dalam membentuk budaya citra (image culture) dan budaya cita rasa (taste culture) adalah gempuran iklan yang menawarkan gaya visual yang kadang-kadang mempesona dan memabukkan.
c. Public Relations dan Journalisme Gaya Hidup
Dalam budaya konsumen, identitas menjadi suatu sandaran “aksesori fashion”. Wajah generasi baru seperti sekarang ini dianggap terbentuk melalui identitas yang diilhami selebriti (celebrity-inspired identity)-cara mereka berselancar di dunia maya (Internet), cara mereka gonta-ganti busana untuk jalan-jalan. Ini berarti bahwa selebriti dan citra mereka digunakan momen demi momen untuk membantu konsumen dalam parade identitas.
d.  Gaya hidup mandiri
Kemandirian adalah mampu hidup tanpa bergantung mutlak kepada sesuatu yang lain. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri, serta berstrategi dengan kelebihan dan kekurangan tersebut untuk mencapai tujuan. Dengan gaya hidup mandiri, Manusia akan bebas dan merdeka untuk menentukan pilihannya secara bertanggung jawab, serta menimbulkan inovasi-inovasi yang kreatif untuk menunjang kemandirian tersebut.
e.  Gaya Hidup Hedonis
Gaya hidup hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan – perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.

C.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup

Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal). Faktor internal meliputi sikap, pengalaman dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif , dan persepsi. Adapun faktor eksternal meliputi kelompok referensi, keluarga, kelas sosial, dan kebudayaan.

D.  Contoh gaya hidup dalam masyarakat

1. Gaya hidup remaja
Gaya hidup remaja masa kini mungkin sudah tidak karuan dibanding dengan gaya hidup remaja2 dahulu. Apalagi gaya hidup remaja dalam kota metropolitan,  contoh berikutnya, gaya hidup sebagian remaja mengikuti budaya barat adalah mengkonsumsi minum-minuman keras, narkoba, dan barang haram sejenis lainnya. Mereka beranggapan bahwa jika tidak mengkonsumsi barang-barang tersebut. Maka ia akan dinilai sebagai masyarakat yang ketinggalan zaman atau tidak gaul.

2. Gaya hidup sosialita
Gaya hidup sosialita adalah gaya hidup yang disebabkan oleh kepemilikan uang yang banyak. Biasanya, kaum sosialita sering berkumpul karena tuntutan pekerjaan. Mereka biasa menghambur-hamburkan uang dengan memberi barang mahal.

Rabu, 09 Januari 2013

CULTURAL SHOCK


CULTURAL SHOCK

Cultural shock adalah kecemasan yang terjadi secara berlebihan ketika berada di kebudayaan luar. Orang yang mengalami cultural shock biasanya terjadi pada saat dia berimigrasi, atau pada saat bertemu kebudayaan baru. Dia merasa cemas yang berlebihan karena kebudayaan tersebut berbeda dengan kebudayaan dia sebelumnya.
Tahap-tahap cultural shock ada empat, yaitu:
1.      Harapan yang besar
Dalam tahap ini seseorang memasuki sesuatu yang baru. Seseorang cenderung memiliki harapan-harapan yang besar pada saat baru bertemu dengan kebudayaan baru dan orang-orang baru.
2.      Semua begitu indah
Dalam tahap ini seseuatu yang baru terasa menyenangkan. Setelah memiliki harapan yang besar, ia merasa bahwa semua yang baru menyenangkan dan bahkan seseorang kadang dapat melupakan kehidupan lamanya, karena merasa asyik dengan budaya baru dan orang-orang baru.
3.      Semua tidak menyenangkan
Mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan. Setelah meloewati tahap semua begitu indah, seseorang akan mengalami semua tidak menyenangkan. Dia baru mengetahui baik buruknya budaya baru dan orang-orang baru, sehingga ia mengalami saat yang tidak menyenangkan.
4.      Semua berjalan lancar
Setelah mengalami kehidupan yang baru, dan mengamati kebudayaan baru, seseorang mulai bisa beradaptasi dengan baik dan kehidupannya berjalan lancar.

Berbeda dengan tahap, ada juga empat fase dalam cultural shock, yaitu:
1.      Fase honeymoon
Selama periode ini, perbedaan antara budaya lama dan baru terlihat dalam cahaya yang romantis. Misalnya, seorang individu pindah ke tempat baru, mungkin dia menyukai makanan baru, laju kehidupan, dan kebiasaan penduduk setempat. Selama beberapa minggu pertama, kebanyakan orang terpesona oleh budaya baru. Mereka bergaul dengan warga negara yang berbicara bahasa mereka, dan yang sopan untuk orang asing. Periode ini penuh dengan pengamatan dan penemuan-penemuan baru. 
2.       fase Negosiasi
Setelah beberapa waktu (biasanya sekitar tiga bulan, tergantung pada individu), perbedaan antara budaya lama dan baru menjadi jelas dan dapat menciptakan kecemasan. Semangat akhirnya dapat memberikan cara untuk menyenangkan perasaan frustrasi dan kemarahan. Hambatan bahasa, perbedaan mencolok dalam kesehatan masyarakat, keselamatan lalu lintas, aksesibilitas dan kualitas makanan dapat meningkatkan rasa pemutusan dari sekitarnya.
Perubahan yang paling penting dalam periode ini adalah komunikasi. Orang menyesuaikan diri dengan budaya baru sering merasa kesepian dan rindu karena mereka belum terbiasa dengan lingkungan baru dan bertemu orang-orang dengan siapa mereka tidak akrab setiap hari. Hambatan bahasa dapat menjadi suatu hambatan yang besar dalam menciptakan hubungan baru.
3.      fase Penyesuaian
Sekali lagi, setelah beberapa waktu (biasanya 6 sampai 12 bulan), tumbuh terbiasa dengan budaya baru dan mengembangkan rutinitas.  Seseorang menjadi peduli dengan hidup seperti biasa lagi, dan hal itu menjadi lebih "normal". Seseorang mulai mengembangkan kemampuan memecahkan masalah berurusan dengan budaya dan mulai menerima cara-cara budaya dengan sikap positif. Budaya mulai masuk akal, dan reaksi negatif dan tanggapan terhadap budaya berkurang.
4.      fase Penguasaan
Pada tahap penguasaan seseorang mampu berpartisipasi penuh dan nyaman dalam budaya lokal. Penguasaan bukan berarti konversi total, orang sering membuat banyak ciri dari budaya mereka sebelumnya, seperti aksen dan bahasa.
Culture Shock terbalik 
Culture Shock terbalik (alias "Re-entry Shock", atau "kejutan budaya sendiri") dapat terjadi kembali ke budaya rumah seseorang setelah tumbuh terbiasa dengan yang baru dan dapat menghasilkan efek yang sama seperti dijelaskan di atas. Ini hasil dari konsekuensi psikosomatis dan psikologis dari proses penyesuaian dengan budaya primer. Orang yang merasakan sering menemukan bahwa hal ini lebih mengejutkan dan sulit untuk menangani dari kejutan budaya asli.

Sabtu, 17 November 2012

Diriku (Sesungguhnya)

Kuas Cat
Oleh: Bettie B. Youngs



Aku selalu membawa-bawa kuasku, kemana pun aku pergi,
Kalau-kalau perlu kututupi, agar tak terlihat diriku yang asli.
Aku begitu takut menunjukkan diriku; takut apa yang akan dilakukan olehmu.
Aku takut kau tertawa atau mengejek; takut aku kehilangan dirimu.
Ingin kulepas semua lapisan untuk memperlihatkan diriku yang asli dan nyata,
Tetapi, aku ingin kau mencoba mengerti; aku ingin kau menyukai yang kulihat.
Jadi jika kau bersabar dan menutup mata, lapisan akan ku tanggalkan perlahan,
Cobalah mengerti betapa sakit rasanya, membiarkan diriku yang asli kelihatan.
Sekarang lapisanku semuanya telah tanggal, telanjang dan dinginlah yang kurasa,
Dan jika kau masih menganggapku menyenangkan, kaulah temanku, semurni emas.
Tetapi, kuasku perlu kusimpan dan dengan tanganku ku genggam.
Aku perlu kuasku ada didekatku kalau-kalau ada yang tak paham.
Jadi lindungilah aku, kawan, dan terima kasih karena tulus mencintaiku,
Dan biarkanlah aku menyimpan kuasku sampai aku juga mencintai diriku.

Jumat, 16 November 2012

Andai Aku Menjadi Ketua KPK


Korupsi adalah perbuatan yang berdosa dan sangat merugikan orang lain dan negara karena telah mengambil hak-hak yang bukan miliknya. Kesejahteraan rakyat telah diambil demi kebahagiaan semata yaitu mencukupi segala kebutuhan hidupnya yang serba mewah. 
Andai saja aku menjadi ketua KPK, hal yang pertama akan aku lakukan adalah memberikan contoh yang baik kepada semua anggota dan staff yang ada di KPK serta menganggap mereka sebagai keluarga. Tetapi tetap bersikap tegas dan menegakkan keadilan karena orang lain akan menilai kepribadian kita terlebih dahulu, apakah pantas kita dipatuhi atau tidak. Setelah mereka patuh dan menyegani kita pasti mereka akan membantu kita dengan sebaik-baiknya menggapai tujuan bersama yaitu memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya.
Setelah itu barulah menyusun program dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan teknis pemberantasan korupsi. Aku akan membuat program “Jangan coba-coba Korupsi..!!!”, program ini berupa pemeriksaan keuangan setiap bulannya untuk seluruh pemerintahan dan lembaga tinggi negara baik Presiden, Wakil Presiden, MPR, DPR, Kepolisian, TNI, dll. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara mendadak oleh tim-tim yang telah ku percaya, sehingga akan memberikan efek rasa takut dan jera bagi para koruptor. Apabila dari hasil keuangan tersebut terbukti bersalah maka akan dilakukan tindakan hukum yang seadil-adilnya dan seberat-beratnya, disamping membayar denda juga berupa penjara, bila perlu penjara seumur hidup karena itu akan lebih memberikan efek jera dibanding kasusnya harus ditunda-tunda dan hukumannya tidak berat. Sehingga tak akan ada yang berani coba-coba pada korupsi. So jangan coba-coba pada korupsi.
Disamping itu juga dilakukan penyuluhan dan pendidikan kepada generasi muda dan lembaga tinggi negara tentang korupsi dan bahayanya dengan tema “Bahagia tanpa Korupsi”. Diharapkan para generasi muda dan lembaga tinggi negara akan lebih menghargai hasil kerja kerasnya walaupun sedikit hasil yang didapat daripada harus korupsi. Karena korupsi tidak akan menjamin kebahagiaan yang hakiki, tetapi akan menjerumuskan kita kepada kegelisahan dan keburukan.
Semoga angan-anganku dan harapan seluruh rakyat Indonesia untuk memberantas korupsi dan hidup lebih sejahtera tanpa korupsi dapat tercapai sesegera mungkin. Agar pembangunan Indonesia semakin maju dan tidak dipandang sebelah mata oleh negara lain. Aku juga berdoa semoga mereka yang korupsi dan berniat korupsi sadar dengan apa akibat dari yang mereka lakukan.  Amiiin...

Kamis, 15 November 2012

Pengalaman Pertama



          Ini adalah pengalaman pertamaku bersama timku mengikuti lomba buat video Advertising. Kami terdiri dari Ariyanto, Paujiatul Arifah dan teman-teman (Angga Pratama, Fikri Syawaludin, Edwin, Solihan) yang telah membantu terciptanya video advertising "efek digital". Ini akan menjadi pengalaman yang tak pernah terlupakan.
         Info lomba hanya kami dapat dari internet dan batas pengumpulannya pun tinggal 5 hari lagi dari 13 Nov 2012. Tapi karena kemauan kami untuk ikut lomba akhirnya kami memutuskan untuk ikut saja lomba tersebut walau hasilnya entah bagaimana.?
         Pada saat kami akan memulai mengambil gambar di tempat yang telah dipilih, tiba-tiba hujan turun diiringi dengan petir. Otomatis kami pun langsung membawa barang-barang yang kami bawa, yang begitu banyaknya sambil berlarian dan basah-basahan. Baju yang dipakai untuk shooting pun ikut basah... Ukh Perjuangan...
         Selama satu jam kami berteduh dengan keadaan yg kedinginan, hujan tak menandakan akan berhenti. Kami pun mulai kebingungan dengan apa yang harus kami lakukan. Apakah ini tantangan ataukah ini tidak diridhai? hust ngaco deh... 
          Akhirnya kami harus tetap melanjutkan shooting dengan resiko kami harus mengganti konsep. Yang tadinya terdiri dari beberapa adegan, akhirnya harus kami rubah menjadi satu adegan saja. Tapi banyak cerita lucu yang kami dapat disini terutama saat mulai adegan ...!!!! Hahahhaha... Puas ngetawain Edwin yang diledekin "tukang ojek payung n gembel".
         Semoga ini menjadi awal yang baik untuk melangkah maju ke depan meraih kesuksesan dan kebahagiaan yang tak terkira... Amiiiin... (14.11.2012)


Senin, 05 November 2012

"Siap sakit hati"

"Siap sakit hati" dari Sandy Canester adalah lagu yang menjadi saksi kegalauanku pada malam minggu kemarin tepatnya pada 03 November 2012. Baru kali itu menjadi galauers diiringi lagu sedih secara live..
Memang nonton konser live itu lebih bisa diresapi dan enak banget untuk di dengar..!!
Udah mah lagunya galau ditambah suara merdu plus akustikan... haduh lengkaplah sudah...
Pertama kali mendengar lagu itu langsung suka banget dan langsung download deh...
Bagi para Galauers wajib denger lagu ini...!!!! Heee..
Bisa di download disini Sandy Canester - Siap sakit hati

Menurutku Lagu ini menceritakan tentang Sepasang kekasih yang dikhianati oleh pasangannya sendiri...
Dan pada akhirnya yang dikhianati tersebut merasa rela dan siap untuk sakit hati dengan yang dilakukan pasangannya, karena ketika kita mencintai seseorang kita juga harus siap untuk sakit hati....!!!


Lyric lagu "Siap Sakit hati"
oleh: Sandy Canester

Kau boleh menyentuh jarinya
Kau boleh mencium bibirnya

Hatiku tlah mati rasa
Meskipun kau lebih dan lebih
Lanjutkanlah
Kini ku tak mau tau
Ambil dia
Aku siap sakit hati

Kau bebas sebebas maumu
Anggaplah aku tak melihat

Hatiku tlah mati rasa
Meskipun kau lebih dan lebih
Lanjutkanlah
Kini ku tak mau tau
Ambil dia
Aku siap sakit hati

Aku siap sakit hati
Kini ku tak mau tau
Ambil dia
Aku siap sakit hati
Lanjutkanlah
Kini ku tak mau tau
Ambil dia
Aku siap sakit hati

Sabtu, 21 April 2012

Ilmu yang Mendasari Ilmu Komunikasi

ILMU YANG MENDASARI ILMU KOMUNIKASI

oleh: Eka Lasmawati (FIKOM)

          Ilmu Komunikasi dikategorikan sebagai ilmu sosial terapan. Ilmu komunikasi pada saat ini semakin berkembang. Padahal sebelumnya ilmu komunikasi masih terikat erat pada ilmu sosial murni. Dapat dikatakan ilmu komunikasi pada saat itu belum menemukan bentuknya. Adanya ilmu komunikasi tidak terlepas dari ilmu-ilmu lainnya yang memberi kontribusi untuk lahirnya ilmu komunikasi.
          Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang besifat interdisipliner dan multidisipliner. Dikatakan interdisipliner karena ilmu komunikasi memanfaatkan ilmu-ilmu lain yang berada dalam rumpun ilmu-ilmu sosial ( Sosiologi, Psikologi, Antropologi, Politik, Ekonomi ).
Selain itu ilmu komunikasi juga dikatakan multidisipliner karena ia memanfaatkan ilmu-ilmu lain diluar rumpun ilmu-ilmu sosial.
          Berikut  ini adalah ilmu-ilmu yang mendasari atau melatar belakangi lahirnya ilmu komunikasi:
1.    Filsafat
          Jika ilmu komunikasi di ibaratkan sebuah pohon ia tumbuh dari “biji buah” pohon filsafat. Pohon filsafat merupakan pohon dari mana semua ilmu berasal, hal itu membuat filsafat sebagai “ibu segala ilmu” (Poedjawijatna, 1983; keraf, 2001). Sebagai pohon ilmu, filsafat memiliki dua cabang utama yang membentuk rumpunnya masing-masing, yakni rumpun ilmu-ilmu alam atau eksakta dan rumpun ilmu-ilmu sosial. Ilmu-ilmu alam mempelajari berbagai zat dan benda alam, sedangkan ilmu-ilmu sosial mempelajari manusia dalam konteks hubungannya dengan manusia lain.
          Menurut Aristoteles (384-322 SM), seorang filsafat yunani kuno dalam bukunya Rhetorica menyebut bahwa suatu proses komunikasi memerlukan tiga unsur yang mendukungnnya, yaitu siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan, dan siapa yang mendengarkan. Ia mendukung proses komunikasi publik dalam bentuk pidato atau retorika.

2.    Sosiologi
          Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan interaksi antara sesama manusia serta mempelajari manusia dalam konteks organisasi sosial masyarakat. Sosiologi merupakan induk dari ilmu komunikasi.
Tokoh sosiologi yang memberi kontribusi pada ilmu komunikasi adalah:
·      Charles H. Cooley (1864-1920)
          Cooley  melihat bahwa proses komunikasi antar pribadi merupakan basis sosialisasi dari studi sosiologi.
·      Robert E. Park (1864-1944)
          Robert adalah ahli sosiologi dan filsafat. Ia menjadi sarjana pada 1887, dan menjadi wartawan selama 11 tahun. Selama karier kewartawanannya, ia menganalisis perilaku penyimpangan pada masyarakat miskin di kota. Ia melihat bagaimana tipe jurnalistik memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan sosial. Perhatiannya sangat besar terhadap peranan berita dalam membentuk pendapat umum. Hal itu mendorongnya mengambil program master pada bidang filsafat di Harvard University dan melanjutkan program doktornya di University of Berlin. Kemudian ia kembali ke Amerika, ia menjadi petugas Public Relations untuk Congo Reform Association. Pada 1914, ia menjadi staf pengajar di University of Chicago dan memberi perhatian mendalam pada riset terhadap isu-isu yang menjadi prioritas penerbitan surat kabar yang kemudian dikenal sebagai studi Agenda Setting.
·      Prof. David K. Berlo (1929)
          Berlo menyebut secara ringkas bahwa komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial dan berguna untuk mengetahui serta memprediksi sikap orang lain.
          Berlo membuat formula komunikasi dengan nama “SMCR”, yaitu Source (pengirim/sumber), Message (pesan), Channel (saluran/media), dan Receiver (penerima).
·      Everett M. Rogers (1931-2004)
          Rogers  meraih gelar master di lowa University dan melanjutkan studinya di bidang sosiologi. Meraih doktor pada 1957, saat Scramm meluluskan doktor angkatan pertama di bidang ilmu komunikasi. Disertasi rogers membicarakan difusi inovasi pada masyarakatpedesaan lowa. Pada 1964, ketika pindah ke Michigan University, Rogers bersama David K. Borlo doktor komunikasi angkatan pertama yang diluluskan Schramm 1957, membina jurusan ilmu komunikasi.
          Rogers menilai peristiwa berkomunikasi secara lisan sebagai generasi pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikiran secara tertulis (1986) .

3.    Psikologi
          Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari manusia dalam konteks kejiwaan dan tingkah laku.
Tokoh psikologi yang memberi kontribusi pada ilmu komunikasi adalah :
·      John Dewey (1859–1952)
          Dewey adalah ahli psikologi dan filsafat. Ia juga sebagai pengajar dan peneliti di University of Michigan (1884–1894). Dewey mengiginkan adanya surat kabar sebagai alat perubahan sosial. Walaupun surat kabar yang di inginkan Dewey semasa hidupnya tidak terwujud, tetapi ia telah memberikan kontribusi terhadap lahirnya surat kabar sebagai media komunikasi untuk membawa reformasi sosial.
·      George H. Mead  (1863–1931)
          Mead adalah ahli psikologi dan filsafat. Mead banyak terpenagruh oleh pemikiran Dewey dan Cooley yang menempatkan komunikasi sebagai basis sosialisasi. Melalui pendekatan ilmu jiwa sosial, Mead mengakui komunikasi sebagai hal yang paling mendasar bagi hubungan antarmanusia.
·      Kurt Lewin (1890-1947)
          Lewin adalah ilmuwan jerman keturunan Yahudi, ia mengajar di Universitas Berlin. Lewin terpengaruh pemikiran Freud, dengan menggunakan studi eksperimen banyak mengkaji dinamika kelompok dalam hubungannya dengan komunikasi. Ia juga menaruh perhatian terhadap studi gatekeeping tentang pengendalian arus informasi melalui saluran komunikasi hingga akhir hayatnya.
·      Carl I. Hovland (1912-1961)
          Ketika PD II meletus, ia dipanggil kantor penerangan AS untuk mempelajari pengaruh film terhadap moral tentara. Ia mengkaji pengaruh film dari segi kredibilitas sumber, penyajian pesan dalam satu sisi (one-side) atau dua sisi (two-side), aspek kekuatan dan efeknya terhadap tentara. Eksperimen Hovland banyak memberi manfaat dalam studi komunikasi persuasif (perubahan situasi).
          Proses komunikasi menurut Hovland adalah “Tranmisi pesan (stimulan) dari komunikator kepada komunikan dengan maksud memodifikasi si komunikan”. Dari definisi ini kita ketahui bahwa rangkaian gambar hasil shooting seorang kamerawan nantinya harus mampu “ memodifikasi” si komunikan. Artinya si komunikan yang tadinya dalam posisi netral (keadaan sebelum menyaksikan gambar-gambar shoot kamerawan), ketika kemudian ditranmisikan rangkaian gambar kepadanya, maka si komunikan tadi posisinya menjadi berubah, bisa ke arah negatif atau positif. Dalam hal ini, yang menjadi seorang komunikator adalah kamerawan.

4.    Antropologi
          Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam konteks budaya. Budaya berkenaan dengan cara manusia hidup. Manusia belajar berfikir, merasa, mempercayai,  dan mengusahakan apa yang patut menurut budayanya.
          Budaya dan komunikasi tidak dapat dipisahkan, karena budaya tidak hanya menentukan siapa bicara dengan siapa, tentang apa, dan bagaimana orang mengirim pesan, makna yang dia miliki untuk pesan, kondisi-kondisinya untuk mengirim, memperhatikan dan menafsirkan pesan. Bila budaya beraneka ragam, maka beraneka ragam pula praktik-praktik komunikasi.
          Manusia berkomunikasi tidak dengan kata-kata saja, nada suaranya, ekspresi wajahnya, gerak-geriknya, semua itu mengandung makna. Budaya juga merupakan pengetahuan yang dapat dikomunikasikan.
          Edward Burnett Tylor (1832–1917) adalah bapak Antropologi yang mendefinisikan budaya sebagai keseluruhan kompleks, yang meliputi pengetahuan, keppercayaan, seni, moral, hukum, adat dan kebiasaan-kebiasaaan yang lain yang diperoleh anggota-anggota suatu masyarakat.

5.    Politik
     Politik adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam konteks kekuasaan dan sistem pemerintahan.
Tokoh yang memberi kontribusi pada ilmu komunikasi adalah:
·      Harold Dwight Laswell (1902-1978)
          Laswell adalah ahli politik. Di usia 16 tahun ia menjadi mahasiswa University of Chicago. Ia banyak terpengaruh oleh pemikiran John Dewey, George Mead, dan Robert Park. Kontribusi Laswell dalam ilmu komunikasi banyak ditemukan dalam bukunya Propaganda and Communicationin World History (1948) , yang memuat riset komunikasi massa: “who, says what, in which channel, with what effect?” (“Siapa yang berbicara, menggunakan saluran apa, dan apa efeknya?”).
          Model Laswell memberi perhatian pada pengaruh komunikasi. Perhatiannya terjadi ketika Adolph Hitler dan Winston Churchill memberi pengaruh kuat ketika berpidato baik langsung maupun menggunakan radio. Bukan hal yang mengherankan bahwa sebagai seorang ahli politik, Lasswell tertarik pada efek komunikasi yang dihasilkan oleh kedua orator ulung tersebut, karena keduanya memberikan efek yang luar biasa kepada para audience-nya.
          Lasswell tidak pernah menyebut dirinya sebagai ilmuwan komunikasi, tetapi kita berhutang pada Lasswell karena pemikiran dan tulisannya banyak dijadikan rujukandalam kajian ilmu komunikasi.
Lasswell mengusulkan tiga fungsi dari media komunikasi yaitu
a.    Menyediakan informasi tentang lingkungan, yang menurut istilah Lasswell disebut dengan surveilance (pengamatan).
b.    Menyajikan opsi untuk memecahkan masalah, yang disebutnya dengan correlations.
c.    Sosialisasi dan pendidikan yang merujuk pada tranmisi.

6.    Ekonomi
          Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam konteks pemenuhan kebutuhan atas barang dan jasa.
Tokoh ekonomi yang memberi kontribusi pada ilmu komunikasi adalah:
·      Stoner dan Wankel
          Menurut pendapat mereka komunikasi yang efektif adalah penting bagi para manajer karena dua alasan yaitu:
a.    Komunikasi merupakan proses yang digunakan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen.
b.    Komunikasi merupakan kegiatan untuk manajer meluangkan sebagian besar waktunya.
·      William B. Weither dan Keith Davids
“ Organisasi tidak dapat berdiri tanpa komunikasi ”.
·      Burt Scanlan dan J. Bernard Keys
          Komunikasi mempunyai peranan yang penting dalam menentukan betapa efektifnya orang-orang bekerja sama dan mengkoordinasikan usaha-usaha mereka untuk mencapai tujuan.
·      Sharma (1979)
Mengemukakan empat alasan mengapa komunikasi ke atas terlihat amat sulit :
a.    Kecenderungan bagi pegawai untuk mmenyembunyikan pikiran mereka.
b.    Perasaan bahwa penyelia dan manjer tidak tertarik pada masalah pegawai.
c.    Kurangnya penghargaan bagi komunikasi yang dilakukan pegawai.
d.   Perasaan bahwa penyelia dan manajer tidak dapat dihubungi dan tidak tanggap pada apa yaang disampaikan pegawai.
7.    Matematika
Tokoh yang memberi kontribusi pada ilmu komunikasi adalah:
·      Nobert Weiner  (1894-1964)
          Weiner meraih gelar doktor pada umur 19 tahun. Pada 1919 ia menjadi profesor matematika di MIT. Ia juga tertarik mempelajari fisika, jaringan syaraf dan kedokteran jiwa. Ketika Perang Dunia II pecah, Weiner  mengembangkan teori Cybernetics.
          Dalam proyek itu ia bekerja sama dengan Warren Weaver serta John Neuman dari Princeton University, yang telah mencetuskan komputer pertama ENIAC. Weiner meninggal pada 1964, ia mewarisi teori Cybernetics yang membahas tentang kelanjutan arus informasi dilihat dari segi recording, encoding, storage, tranmisi dan diseminasi antara satu sistem dengan sistem lainnya.
·      Paul Felix Lazarsfeld  (1901-1976)
          Lazarfeld meraih gelar doktor ilmu matematika dari University of Viena, Austria pada 1920. Pada 1939, ia masuk ke Columbia University, New York, sebagai profesor soaiologi. Seperti halnya Lewin, Lazarfeld terpengaruh oleh pemikiran Freud yang menyebabkannya tertarik melakukan studi terhadap sumber-sumber perilaku.
          Ketika itu, radio menjadi kehidupan utama masyarakat Amerika dan ia aktif melakukan riset di bidang khalayak dan efek dengan metode survei dan interview. Kegiatan ini memberi kontribusi terhadap ilmu komunikasi dan menjadikan riset di bidang komunikasi sebagai usaha yang melembaga. Ia memformulasi teori komunikasi dua langkah (two-step-flow), bahwa pengaruh media sangat kecil terhadap perilaku pemilihan dibanding dengan saluran antar pribadi yang mengandalkan peran pemuka pendapat (opinion leader). Opinion leader adalah orang yang di akui kelompoknya dalam masyarakat sebagai pemimpin informal.
·      Claude E. Shannon (1916-2001)
          Shannon adalah ahli matematika dan elektronika. Ia meraih gelar sarjana muda di Michigan dan meraih doktor di MIT. Kontribusi Shannon terhadap ilmu komunikasi adalah tulisannya yang membicarakan teori informasi. Bersama Weaver ia mengembangkan The Mathematical theory of communication, memperkenalkan model komunikasi yang dilukiskan secara visual.

8.    Kesusastraan
Tokoh kesusastraan yang memberi kontribusi pada ilmu komunikasi adalah:
·      Wilbur Schramm (1907
·      -1987)
          Schramm memperoleh gelar master di Harvard University dan doktor bidang kesusastraan Amerika dari University of  Iowa. Ia mengajar mata kuliah creative writing. Ketika PD II pecah, ia bekerja dikantor penerangan angkatan perang AS, dimana ia bertemu Lasswell. Empat tahun kemudian, ia pindah ke University of  Ilionis, mendirikan lembaga pendidikan dan riset komunikasi. Disini Schrammpertama kali menerima mahasiswa program doktor dalam bidang komunikasi pada 1950. Ia mengabdi pada bidang komunikasi hingga akhir hayatnya. Schramm adalah orang pertama yang menjalin bidang-bidang ilmu sosial seperti psikologi sosial, antropologi, ilmu ekonomi, dan politik untuk pengembangan ilmu komunikasi.
          Schramm menyebut komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebab tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk, dan tanpa masyarakat tidak mungkin manusia dapat mengembangkan komunikasi.

9.    Biologi
          Teori dasar biologi menyebut adanya 2 kebutuhan yakni kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

            Keterlibatan berbagai disiplin ilmu tersebut dimaknai oleh Fisher (1986) bahwa ilmu komunikasi mencakup semua dan bersifat sangat eklektif (menggabungkan berbagai bidang). Eklektisme dari ilmu komunikasi sebagai suatu bidang studi memang telah membawa hikmah tersendiri, yaitu melahirkan beragam teori-teori komunikasi maupun konsep-konsep tentang komunikasi.
            Fisher (1986) merangkum konsep-konsep komunikasi dalam empat perspektif, yaitu: Mekanistis; Psikologi; Intereksional; Pragmatis. Pengaruh konsep-konsep ilmu fisika sangat kelihatan pada perspektif mekanistis.


Daftar Pustaka

Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu komunikasi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. 2000.
Moekijat. Teori Komunikasi. CV Mandar Maju. Bandung. 1993.
Mulyana, Deddy. Komunikasi Antarbudaya. PT Remaja Rosdakarya. Bandung. 1998.
Mulyana, Deddy. Komunikasi Organisasi. PT Remaja Rosdakarya. Bandung. 1998.

LOGIKA DAN ALGORITMA KOMPUTER (SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL)

PERTEMUAN KEDUA SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL  SMKN 1 CARIU Tahun Ajaran 2020/2021 "LOGIKA DAN ALGORITMA KOMPUTER...