Rabu, 09 Januari 2013

CULTURAL SHOCK


CULTURAL SHOCK

Cultural shock adalah kecemasan yang terjadi secara berlebihan ketika berada di kebudayaan luar. Orang yang mengalami cultural shock biasanya terjadi pada saat dia berimigrasi, atau pada saat bertemu kebudayaan baru. Dia merasa cemas yang berlebihan karena kebudayaan tersebut berbeda dengan kebudayaan dia sebelumnya.
Tahap-tahap cultural shock ada empat, yaitu:
1.      Harapan yang besar
Dalam tahap ini seseorang memasuki sesuatu yang baru. Seseorang cenderung memiliki harapan-harapan yang besar pada saat baru bertemu dengan kebudayaan baru dan orang-orang baru.
2.      Semua begitu indah
Dalam tahap ini seseuatu yang baru terasa menyenangkan. Setelah memiliki harapan yang besar, ia merasa bahwa semua yang baru menyenangkan dan bahkan seseorang kadang dapat melupakan kehidupan lamanya, karena merasa asyik dengan budaya baru dan orang-orang baru.
3.      Semua tidak menyenangkan
Mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan. Setelah meloewati tahap semua begitu indah, seseorang akan mengalami semua tidak menyenangkan. Dia baru mengetahui baik buruknya budaya baru dan orang-orang baru, sehingga ia mengalami saat yang tidak menyenangkan.
4.      Semua berjalan lancar
Setelah mengalami kehidupan yang baru, dan mengamati kebudayaan baru, seseorang mulai bisa beradaptasi dengan baik dan kehidupannya berjalan lancar.

Berbeda dengan tahap, ada juga empat fase dalam cultural shock, yaitu:
1.      Fase honeymoon
Selama periode ini, perbedaan antara budaya lama dan baru terlihat dalam cahaya yang romantis. Misalnya, seorang individu pindah ke tempat baru, mungkin dia menyukai makanan baru, laju kehidupan, dan kebiasaan penduduk setempat. Selama beberapa minggu pertama, kebanyakan orang terpesona oleh budaya baru. Mereka bergaul dengan warga negara yang berbicara bahasa mereka, dan yang sopan untuk orang asing. Periode ini penuh dengan pengamatan dan penemuan-penemuan baru. 
2.       fase Negosiasi
Setelah beberapa waktu (biasanya sekitar tiga bulan, tergantung pada individu), perbedaan antara budaya lama dan baru menjadi jelas dan dapat menciptakan kecemasan. Semangat akhirnya dapat memberikan cara untuk menyenangkan perasaan frustrasi dan kemarahan. Hambatan bahasa, perbedaan mencolok dalam kesehatan masyarakat, keselamatan lalu lintas, aksesibilitas dan kualitas makanan dapat meningkatkan rasa pemutusan dari sekitarnya.
Perubahan yang paling penting dalam periode ini adalah komunikasi. Orang menyesuaikan diri dengan budaya baru sering merasa kesepian dan rindu karena mereka belum terbiasa dengan lingkungan baru dan bertemu orang-orang dengan siapa mereka tidak akrab setiap hari. Hambatan bahasa dapat menjadi suatu hambatan yang besar dalam menciptakan hubungan baru.
3.      fase Penyesuaian
Sekali lagi, setelah beberapa waktu (biasanya 6 sampai 12 bulan), tumbuh terbiasa dengan budaya baru dan mengembangkan rutinitas.  Seseorang menjadi peduli dengan hidup seperti biasa lagi, dan hal itu menjadi lebih "normal". Seseorang mulai mengembangkan kemampuan memecahkan masalah berurusan dengan budaya dan mulai menerima cara-cara budaya dengan sikap positif. Budaya mulai masuk akal, dan reaksi negatif dan tanggapan terhadap budaya berkurang.
4.      fase Penguasaan
Pada tahap penguasaan seseorang mampu berpartisipasi penuh dan nyaman dalam budaya lokal. Penguasaan bukan berarti konversi total, orang sering membuat banyak ciri dari budaya mereka sebelumnya, seperti aksen dan bahasa.
Culture Shock terbalik 
Culture Shock terbalik (alias "Re-entry Shock", atau "kejutan budaya sendiri") dapat terjadi kembali ke budaya rumah seseorang setelah tumbuh terbiasa dengan yang baru dan dapat menghasilkan efek yang sama seperti dijelaskan di atas. Ini hasil dari konsekuensi psikosomatis dan psikologis dari proses penyesuaian dengan budaya primer. Orang yang merasakan sering menemukan bahwa hal ini lebih mengejutkan dan sulit untuk menangani dari kejutan budaya asli.

LOGIKA DAN ALGORITMA KOMPUTER (SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL)

PERTEMUAN KEDUA SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL  SMKN 1 CARIU Tahun Ajaran 2020/2021 "LOGIKA DAN ALGORITMA KOMPUTER"...