Sabtu, 19 Oktober 2013

Fungsi dan Peran Naskah dalam Program Audio Visual

Fungsi dan Peran Naskah dalam Program Audio Visual

Produksi sebuah program audio visual selalu dimulai dari ide atau gagasan yang kemudian dituangkan kedalam sebuah naskah atau script. Naskah merupakan sebuah landasan yang diperlukan untuk membuat sebuah program audio visual. Penulisan sebuah naskah program audio visual yang didasarkan pada sebuah ide biasanya mempunyai tujuan yang spesifik yaitu :
a) Memberi informasi (to inform)
b) Memberi inspirasi (to inspire)
c) Menghibur (to entertain)
d) Propaganda

Sebuah naskah mempunyai peran sentral dalam produksi sebuah program video dan televisi. Fungsi naskah dalam produksi program video dan televisi adalah sebagai berikut:
  • Konsep dasar (basic concept)
  • Arah (direction)
  • Acuan (reference)
Sebuah naskah adalah ide dasar yang diperlukan dalam sebuah produksi program audio visual. Kualitas sebuah naskah sangat menentukan hasil akhir dari sebuah program. Sebuah naskah pada umumnya berisi gambaran atau deskripsi tentang pesan atau informasi yang disampaikan seperti alur cerita, karakter tokoh utama, dramatisasi, peran/figuran, setting, dan property atau segala hal yang berkaitan dengan pembuatan sebuah program audio visual.
Sebuah naskah pada umumnya digunakan sebagai dokumen yang dapat mengarahkan sutradara dan kerabat kerja (crew) dalam bekerja menyelesaikan produksi program audio visual. Naskah sebuah program audio visual berisi beberapa informasi tentang adegan yang melibatkan aktor, setting dan property. Sutradara dan kerabat kerja perlu mematuhi isi dan alur cerita yang terdapat dalam sebuah naskah.
Sebuah naskah dapat digunakan sebagai referensi oleh sutradara dan kerabat kerja untuk mewujudkan sebuah ide atau gagasan menjadi sebuah progam audio visual yang komunikatif. Semua upaya kreatif dalam produksi dari sutradara dan kerabat kerja harus mengacu kepada sebuah naskah.
Dalam produksi program audio visual, naskah memiliki peranan penting, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.        Sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan produksi
2.        Sebagai dasar penentuan peralatan yang akan dipergunakan
3.        Sebagai dasar penghitungan anggaran
4.        Sebagai dasar penentuan  pemeran
5.        Sebagai dasar penentuan kerabat kerja yang diperlukan
6.        Sebagai dasar penentuan kostum
7.        Sebagai dasar penentuan lokasi/dekorasi
8.        Sebagai dasar pedoman pengambilan gambar/shooting

9.        Dan yang terkait dengan proses produksi program lainnya.


Sumber:
Widyo Nugroho. Modul Cara Menulis Naskah Video (Skenario).

Penulisan Naskah dalam Program Audio Visual

 Penulisan Naskah dalam Program Audio Visual

Penulisan naskah dalam program audio visual misalnya film, televisi, termasuk video, selaanjutnya akan menjadi skenario (scenario). Skenario merupakan bentuk tertulis dari gagasan atau ide yang menyangkut penggabungan antara gambar dan suara, dimaksudkan sebagai pedoman dalam pembuatan film, sinetron atau program televisi. Beberapa pakar sinematografi mengemukakan bahwa skenario itu menjadi jiwa dan darah dalam produksi film atau cerita televisi.
Penulisan naskah untuk skenario pada dasarnya menggambarkan sekaligus menyuarakan apa yang ingin disampaikan. Urutan sinopsis-treatmen-skenario merupakan rangkaian yang baik untuk membuat naskah program audio visual. Baker (1981) mengemukakan juga pentahapan dalam membuat naskah, yaitu: concept, story board, dan script.
Setidaknya ada dua format naskah untuk penulisan naskah TV/video, yaitu double column dan wide margin.
a)        Format kolom ganda (double column)
Format ini lazim digunakan untuk menulis naskah informasi, dokumentasi, pendidikan. Format kolom ganda, lembar kertas dibagi menjadi dua kolom utama, yaitu kolom visual (kiri) dan kolom audio (kanan). Pada kolom kiri berisi uraian yang menyangkut visual. Misal gambar harus diambil dengan CU, kemudian zoom out, atau keterangan lain bagi kru kamera, termasuk siapa subyeknya, diambil dari mana, beberapa waktu lamanya pengambilan, dll.
Kolom kanan berisi segala sesuatu yang menyangkut audio yang berupa narasi, dialog para pelaku atau efek-efek suara lain yang diperlukan. Untuk memudahkan narator atau juru suara (sound man) maka dalam menulis kolom kanan, semua informasi yang tidak akan dibaca (disuarakan) ditulis dengan huruf capital. Sedang narasi atau dialog yang akan dibaca atau disuarakan ditulis dengan huruf kecil.

b)        Format Wide Margin
Format ini lebih lazim dipakai dalam cerita film atau sinetron. Dengan format wide margin tiap adegan (kumpulan dari beberapa shot-scene) diuraikan atau dijelaskan dengan bahasa visual. Petunjuk dialog diketik dua spasi ditengah, sedang apa yang akan nampak (visual) dijelaskan dalam bentuk paragraf.
Dialog biasanya diketik biasa, semua penjelasan untuk cameraman pengambilan gambar, ditulis dalam huruf kapital. Penjelasan untuk tingkah laku pemain ditulis dalam tanda kurung dengan huruf kapital pula.

Langkah-langkah penulisan sebuah program audio visual:
a)        Merumuskan ide
Ide sebuah cerita yang akan dibuat menjadi program video dan televisi dapat diambil dari cerita yang sesungguhnya (true story) atau non fiksi dan rekaan atau fiksi. Banyak sekali sumber ide yang dapat dijadikan inspirasi untuk menulis sebuah script video dan televisi. Misalnya, novel, cerita nyata, dan lain-lain. Film JFK merupakan contoh film yang digali dari peristiwa terbunuhnya salah seorang presiden termuda di Amerika Serikat. Oliver Stone, penulis sekaligus sutradara menggunakan banyak sumber informasi untuk membuat film tersebut sehingga dapat bertutur secara objektif.
b)        Riset
Riset sangat diperlukan setelah menemukan sebuah ide yang akan dibuat menjadi sebuah program. Riset dalam konteks ini adalah suatu upaya mempelajari dan mengumpulkan informasi yang terkait dengan naskah yang akan ditulis. Sumber informasi dapat berupa buku, koran atau bahan publikasi lain dan orang atau narasumber yang dapat memberi informasi yang akurat tentang isi atau substansi yang akan ditulis.
c)        Penulisan outline
Setelah memahami hasil riset atau informasi yang terkumpul, anda dapat membuat kerangka atau outline dari informasi yang akan Anda tuangkan menjadi sebuah script. Outline pada umumnya berisi garis besar informasi yang akan Anda akan tulis menjadi sebuah script.
d)       Penulisan sinopsis
Langkah selanjutnya adalah membuat sinopsis atau deskripsi singkat mengenai tema atau pokok materi program yang akan ditulis. Sinopsis dan outline akan membantu memfokuskan perhatian pada pengembangan ide yang telah dipilih sebelumnya. Penulisan sinopsis harus jelas sehingga dapat memberi gambaran tentang isi program video atau televis yang akan kita buat.
e)        Penulisan treatment
Menulis naskah harus didasarkan pada rencana yang telah dibuat yang meliputi outline, sinopsis dan treatment. Seorang penulis harus memiliki kreatifitas dalam mengembangkan treatment menjadi sebuah naskah.
Treatmen adalah uraian ringkas secara deskriptif, bukan tematis, yang dikembangkan dari sinopsis dengan bahasa visual tentang suatu episode cerita, atau ringkasan dari rangkaian suatu peristiwa. Artinya dalam membuat treatment bahasa yang digunakan adalah bahasa visual. Sehingga apa yang dibaca dapat memberikan gambaran mengenai apa yang akan dilihat. Dengan membaca treatment bentuk program yang akan dibuat sudah dapat dibayangkan.
Treatment yang ditulis dengan baik merupakan fondasi yang kokoh yang diperlukan untuk menulis sebuah naskah. Sebuah treatment harus berisi deskripsi yang jelas tentang lokasi, waktu, pemain, adegan dan property yang akan direkam ke dalam program video. Treatment juga menggambarkan tentang sistematika atau sequence program audio visual yang akan diproduksi.
f)         Penulisan naskah
Penulisan sebuah naskah harus didasarkan pada treatment yang dibuat. Walaupun dalam menulis naskah penulis dapat melakukan perubahan, tetapi sebaiknya perubahan yang dilakukan tidak merupakan perubahan yang bersifat substantif. Perubahan sebaiknya bersifat kreatif dan tidak mengubah substansi program. Oleh karena itu treatment harus kokoh dan jelas. Dalam menulis, penulis harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan naskah yang benar.
g)        Review naskah
Draf naskah yang telah selesai ditulis perlu ditelaah untuk melihat kebenaran substansinya dan juga cara penyampaian pesannya. Draf naskah harus ditelaah oleh orang yang mengerti substansi isi program (content expert) dan ahli media (media specialist).
h)        Finalisasi naskah
Finalisasi naskah merupakan langkah akhir sebelum naskah diserahkan kepada produser dan sutradara untuk diproduksi. Naskah final merupakan hasil revisi terhadap masukan-masukan yang diberikan oleh content expert dan ahli media.

Bentuk Program
Bentuk program dapat diartikan sebagai suatu pendekatan yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau isi program kepada pemirsa (audience). Bentuk program yang digunakan untuk menayangkan program video dan televisi sangat beragam yaitu:
a.         Drama
Inti dari sebuah program video dan televisi bebentuk drama adalah adanya konflik dari orang – orang yang terlibat (pelaku) di dalamnya. Program berbentuk drama biasanya dimulai dengan mengenalkan karakter dari orang – orang yang terlibat di dalamnya yang kemudian diikuti dengan konflik yang dibangun secara dramatik yang melibatkan para pelaku tersebut. Konflik ini biasanya diselesaikan pada akhir cerita. Penyelesaian konflik pada akhir cerita dapat berupa happy ending atau sebaliknya.
b.        Dokumenter
Dokumenter adalah program yang bercerita tentang suatu peristiwa yang telah berlangsung sebelumnya. Contoh film dokudrama yang kita kenal adalah Pengkhianatan G-30S PKI yang digarap oleh sutradara Arifin C. Noer, Pearl Harbour karya Jerry Bruckheimer dan JFK yang ditulis dan disutradarai oleh Oliver Stone. Film tersebut merupakan contoh – contoh film yang dikemas dengan menggunakan bentuk dokumenter.
c.         Talk show
Program talk show adalah program yang menampilkan pembicara, biasanya lebih dari satu orang, untuk membahas suatu thema atau topik tertentu. Program dengan format talk show biasanya dipandu oleh seorang moderator. Agar program talk show dapat menarik perhatian audience maka pembicara yang terlibat di dalam program harus memiliki latar belakang yang berlainan, pro dan kontra, terhadap topik yang dibahas.
d.        Demo
Contoh program berbentuk demo adalah program masak memasak atau membuat kue dan tip otomotif. Program demo biasanya membahas resep atau cara yang dipraktekan secara procedural - tahap demi tahap. Melalui program berbentuk demo, pemirsa dapat mempelajari dan menerapkan suatu keterampilan (skill).
e.         Musikal
Program musikal merupakan program yang menampilkan acara musik dan tarian sebagai hiburan. Tentunya Anda sering melihat program musikal yang ditayangkan di stasiun televisi. Banyak kemasan program yang digunakan oleh produser televisi untuk menayangkan program musikal. MTV program misalnya selalu menayangkan klip-klip video musik dari penyanyi terkenal untuk pemirsa kaum muda.
f.         Quiz
Bentuk program lain yaitu quiz. Saat ini kita dapat melihat banyak sekali program TV yang berbentuk quiz. Program berbentuk quiz biasanya berisi tantangan yang melibatkan pesertanya atau bahkan pemirsa untuk menjawab tantangan tersebut. Peserta yang berhasil menjawab tantangan akan memperoleh reward (hadiah) sebagai imbalan. Contoh program berbentuk quiz yang sangat dikenal yaitu Berpacu dalam melodi yang mengharuskan kontestan atau peserta menebak judul atau pencipta sebuah lagu berdasarkan penggalan nada yang dimainkan. Sekarang ini banyak quiz interaktif yang memeneri kesempatan audience terlibat langsung dengan program yang ditayangkan.
g.        Features
Features merupakan program yang berisi segmen-segmen yang dikemas dalam bentuk penyajian yang bervariasi. Sebuah program berbentuk features biasanya membahas suatu topik yang menarik dengan menggunakan beberapa bentuk penyajian atau pendekatan program.

Bentuk Naskah
Bentuk naskah dapat diklasifikasikan berdasarkan kelengkapan informasi yang terdapat didalamnya yaitu:
·           Kerangka naskah (Rundown script)
Rundown script adalah naskah yang berisi hanya garis besar (outline) dari informasi yang akan disampaikan kepada pemirsa. Sebuah rundown script pada umumnya memerlukan improvisasi dari presenter atau ahli (expert) yang akan muncul didalam program.
·           Semi naskah (Semi script)
Semi script adalah naskah yang sudah lebih rinci dari pada rundown script.
·           Naskah penuh (Full script)
Full script adalah naskah yang berisi informasi lengkap dan rinci tentang program yamg akan diproduksi. Dalam sebuah full script terdapat informasi yang rinci tentang pelaku, adegan, Setting dan property.

Bentuk Fisik Naskah
Berikut ini adalah beberapa bentuk fisik naskah, yaitu naskah satu kolom dan naskah dua kolom.
1.        Naskah Satu Kolom
     Dalam naskah satu kolom, penulisan deskripsi unsur audio dan visual tidak dipisahkan. Semua ditulis berurutan tanpa pemisahan kolom. Khusus untuk program yang akan direkam dengan multi kamera televise dan tidak dengan teknik film (satu kamera) perlu diperhatikan bahwa:
a.       Adegan (scene) tidak perlu diberi nomor urut karena  progresi perekaman akan terjadi bersamaan dengan saat penampilan.
b.      Pendekatan produksi video (multi kamera) biasanya post produksi tidak terlalu banyak bekerja. Misalnya, tidak banyak penyuntingan dan unsur dramatik sudah dilaksanakan pada saat perekaman.
2.        Naskah Dua Kolom
       Dalam naskah dua kolom penulisan deskripsi visual seperti setting, gerakan kamera, instruksi acting, dan efek visual dituliskan di kolom yang terpisah dari kolom audio. Jadi, kolom audio khusus untuk menuliskan unsur-unsur audio termasuk narasi, dialog, sound effect, musik, dan instruksi auditif.
      
      Pada prinsipnya, dari segi isi, naskah satu kolom dan dua kolom akan menghasilkan produk yang identik. Namun, dari segi tata letak tampak lebih konvensional. Walaupun demikian, dalam produksi yang sesungguhnya banyak sutradara lebih menyukai bentuk satu kolom. Alasannya, bagian kiri naskah yang kosong dapat digunakan sebagai tempat untuk membubuhkan catatan khusus arahan. Misalnya kapan harus CUT, atau DISSOLVE dari satu kamera ke kamera lain, tanda atau CUT gerak kamera atau objek, musik, sound effect, dan catatan sumbernya.

Kamis, 17 Oktober 2013

Perbedaan naskah dan skenario

Naskah dan Skenario

a. Naskah

Menurut KBBI, ada empat pengertian naskah, yaitu (1) karangan yang masih ditulis dengan tangan, (2) karangan seseorang yang belum diterbitkan, (3) bahan-bahan berita yang siap untuk diset, dan (4) rancangan (2001:776). Dalam penulisan naskah, isi informasinya adalah cerita. Cerita, tak lain dari hal-hal yang terjadi atau dialami oleh manusia atau kehidupan di alam dan layak untuk diketahui oleh orang lain.
Dalam menulis naskah video, diperhatikan beberapa hal, seperti judul program dan deskripsi adegan. Judul program sebaiknya ditulis di bagian tangah atas kertas den jangan lupa menggunakan huruf kapital. 
Contoh Deskripsi Adegan dalam naskah:
1.       Indikator tempat, yaitu menerangkan lokasi pengambilan gambar di dalam atau di luar ruang. Indikator ini ditulis dengan nomor urut dengan kapital.
Contoh:
 
       DISINILAH DITULIS JUDUL PROGRAM
       01. INTERIOR atau EXTERIOR

        (biasanya disingkat INT atau EXT)


2.        Indikator setting, yaitu menuliskan tempat kejadian dan dituliskan secara singkat dan jelas.
Contoh:
   
       01. INT.-RUANG KELAS
3.        Indikator waktu kejadian, ditulis singkat dalam huruf kapital.
Contoh:

      01. INT.-RUANG KELAS - PAGI 


4.        Instruksi jenis shot / gerakan kamera ditulis dalam huruf kapital.
Contoh:
   
      01. INT.-RUANG KELAS - PAGI
      LS.- PAK GURU DUDUK ADI MEMBERI SALAM KEPADA PAK GURU DARI  KURSINYA.
 
5.        Nama tokoh (kecuali bila termasuk dalam dialog), isyarat musik, sound effect dan instruksi acting semuanya ditulis dalam huruf kapital. Untuk naskah dua kolom, ketiga hal tersebut ditulis dalam kolom audio.


b. Skenario
Skenario ditulis sebagai dasar untuk memproduksi film atau program televisi, baik bersifat faktual (berita, features, atau dokumenter) maupun fiksional (drama, tv-play). Skenario merupakan bentuk tertulis dari gagasan atau ide yang menyangkut penggabungan antara gambar dan suara, dimaksudkan sebagai pedoman dalam pembuatan film, sinetron atau program televisi. Beberapa pakar sinematografi mengemukakan bahwa skenario itu menjadi jiwa dan darah dalam produksi film atau cerita televisi. Dalam skenario, naskah cerita sudah diuraikan berdasarkan urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog dalam konteks struktur dramatik. 

Contoh Skenario yang merupakan pengembangan dari naskah:
BUKU KE-3
SINETRON SERIAL

“BIAS - BIAS KEHIDUPAN”

CERITA / SKENARIO: A. J. C. C. TEAM
TRADE MARK
FADE OUT
FADE IN
SC. 141
INT – Ruang Tamu Rumah Daniel – PAGI
TALENT: Sofyan + Daniel + Ana + Ratih
Pintu terbuka Daniel dan Ana sambil memapah pak Sofyan yang sudah siuman masuk ke dalam rumah, nampak pak Sofyan sudah dapat berjalan walau masih terhuyung-huyung, pak Sofyan sesekali memegang tengkuknya.
Ana        :      Kak, lebih baik kakak telepon tente.
Daniel    :      (mengangguk) Pah!.........Daniel telepon mamah ya, biar mamah pulang?
Sofyan   :      Jangan diberi tahu mamah kamu, biar saja mamah kamu merawat eyang kamu yang masih sakit.
Daniel    :      Tapi pah…….papah kan sakit.
Sofyan   :      Papah engga apa-apa, biar saja mamah mengurus eyang kamu.
Daniel    :      Iya….pah.
Mereka berjalan menuju kamar.

SC. 142
INT – Kamar Pak Sofyan – PAGI
TALENT: Daniel + Pak Sofyan + Ana
Pintu kamar terbuka masuk Daniel dan Ana masih memapah pak Sofyan, mereka meletakkan pak Sofyan di tempat tidur.
Ana        :      Ratih kemana kak?
Daniel    :      Mungkin masih di kamarnya?
Ana        :      Aku panggil Ratih dulu ya kak. Om, Ana panggil Ratih dulu ya?
Sofyan   :      Oh…….ya……An…….terimakasih ya sudah nolongin om.
Ana        :      Sama-sama om (Ana bergerak keluar).
Daniel    :      Pah……Daniel telepon dokter, biar papah diperiksa, Daniel takut kalau ada tulang papah yang retak.
Sofyan   :      Ya…….boleh.
Daniel mengeluarkan telepon genggamnya lalu menelepon dokter.

SC. 143
INT – Ruang Makan Rumah Daniel – PAGI
TALENT: Ratih + Ana
Di meja makan Ratih sedang menikmati sarapannya, tak lama datang Ana menyapa sambil duduk disebelahnya.
Ana        :      Rat……..aku cari ke kamar kamu engga ada ternyata kamu disini.
Ratih      :      Ayo sekalian sarapan An……..kak Rudi mana?
Ana        :      Belum datang Rat,……..Rat!........kamu jangan panik ya?
Ratih      :      Kenapa An……(Ratih kaget)?
Ana        :      Papah kamu!
Ratih      :      Kenapa papah An? (terlihat agak panik)
Ana        :      Tadi waktu aku baru datang, aku melihat papah kamu sudah jatuh sedang ditarik seseorang yang pake topeng, aku cepat menolong, tapi aku kalah, untung kak Daniel datang, mereka berantem (FLASH BACK) begitu Rat.
Ratih      :      Sekarang papah dimana An? (Ratih berdiri lalu pergi meninggalkan Ana yang ikut berdiri)
Ana        :      Di kamarnya Rat.
Ana pun ikut mengejar Ratih. CUT

SC. 144
INT – Kamar Pak Sofyan – PAGI
TALENT: Pak Sofyan + Daniel + Ratih + Ana
Di kamar Daniel masih berbincang-bincang dengan ayahnya yang terlihat sudah mulai membaik.
Sofyan   :      Kok belum datang juga dokternya, Niel kepala papah agak pusing sekarang.
Daniel    :      Papah tahan ya, sebentar lagi dokter datang.
Ratih dengan cemas datang langsung duduk didekat  pak Sofyan dan memeriksa pak Sofyan sambil membrondong pertanyaan, Daniel yang melihat Ratih panik, menenangkan Ratih, tak lama Ana masuk.
Daniel    :      Ratih tenang ya……papah engga apa-apa, cuma pusing sedikit, kakak sudah panggil dokter kesini, untuk periksa papah, sekalian periksa Ana.
Sofyan   :      Memangnya Ana kenapa Niel, kok pake diperiksa?
Ana        :      Ana engga apa-apa om, kak Daniel becanda om.
Daniel    :      Iya pah……Daniel becanda.
Sofyan   :      Oh…….papah kira Ana kena hantam juga.
Ratih      :      Kak, kok dokternya belum datang juga, mamah harus dikasih tahu nih.
Daniel    :      Jangan Rat, papah engga mau mamah jadi panik, tadi juga kakak mau telepon, tapi papah engga bolehin, menurut papah biar mamah ngerawat eyang dulu disana.
Ratih      :      Oh begitu…….ya sudah……..eh…….kak ada suara bel tuh, dokter kali?
Daniel    :      Kakak lihat dulu ya.
Daniel keluar meninggalkan kamar.

SC. 145
INT – Ruang Depan Rumah Daniel – PAGI
TALENT: Dokter + Daniel
Pintu yang masih tertutup, beberapa kali bel rumah berbunyi, Daniel datang lalu membuka pintu dokter masuk.
Dokter   :      Selamat pagi Niel?
Daniel    :      Selamat pagi Dok, mari duduk.
Dokter   :      Dimana ayah mu?
Daniel    :      Di kamarnya, mari saya antar dok.
Daniel mengantar dokter ke kamar ayahnya.

Selasa, 01 Oktober 2013

Tugas 1 Statistika


STATISTIKA  KOMUNIKASI

1.        Mengapa seorang ahli komunikasi perlu mempelajari statistika?
Seorang ahli komunikasi perlu mempelajari statistika karena dapat membantu berbagai permasalahan dalam ilmu komunikasi. Diantaranya adalah:
-          Penulisan karya ilmiah atau penelitian ilmiah baik menggunakan metode kualitatif maupun kuantitatif. Statistika dapat membantu membuat kesimpulan dari data yang diteliti. Misalnya kesimpulan dari berapa orang yang menggunakan televisi sebagai media pendidikan, media hiburan, media mendapatkan informasi, dll.?
-          Membantu kita mengkomunikasikan dengan benar informasi mengenai segala hal yang kita dapat berdasarkan statistik, baik informasi cuaca, informasi kemacetan, dll.
-          Ketika kita mengedit video atau suara untuk dijadikan sebuah film, kita memerlukan statistik baik mengenai tinggi rendahnya suara atau yang lainnya agar semakin bagus hasilnya.
2.        Peran statistika dalam mempelajari bidang komunikasi?
-          Dapat mengukur dan menyimpulkan data dengan cepat melalui frekuensi yang diperoleh dari sebuah penelitian ilmiah.
-          Menginformasikan data yang diperoleh berdasarkan statistik terhadap suatu hal.
-          Dapat membaca tabel, grafik, maupun peta lokasi dengan baik agar tidak salah ketika berkomunikasi dengan orang lain.
-          Dapat mempresentasikan materi yang mengandung statistik dengan baik.

3.        Kumpulkan contoh kasus, anekdot, karikatur mengenai sisi humoristik statistika!
Tiga orang profesor, satu profesor fisika, satu profesor kimia dan satu orang profesor statistik terjebak dalam sebuah kebakaran di sebuah gedung.
Dalam kondisi yang panik, profesor fisika berkata: "Aku tahu apa yang harus kita lakukan. Kita harus mendinginkan material yang sedang terbakar sampai di bawah titik bakarnya. Dengan demikian, materi tersebut menjadi tidak terbakar dan kita selamat"
"Tidak.." kata profesor kimia. "Yang paling tepat kita lakukan adalah menghalangi suplay oksigen ke dalam api, sehingga api tersebut akan kehabisan energi untuk terbakar dan kita akan selamat."
Ketika dua orang profesor tersebut sibuk berdebat tentang hal itu, profesor statistik sibuk berpindah tempat dari satu titik api ke titik api yang lain.
Kedua profesor yang lain bertanya: "Apa yang sedang kamu lakukan? Itu sangat berbahaya!"
Profesor statistik menjawab: "Saya sedang mencari sampel yang layak untuk dianalisis dan menentukan solusi yang tepat untuk menyelamatkan kita berdasarkan data yang ada!".

b.      Humor Statistik: Tersesat di Lembah
Tiga orang profesor ahli purbakala tersesat di sebuah lembah yang curam, sepi dan mencekam. Ketika mereka sedang berdiskusi tentang cara keluar dari lembah tersebut. Satu dari mereka mempunyai ide untuk berteriak, karena gemanya akan terdengar berulang-ulang.
Salah seorang di antara mereka berteriak sekuat tenanga: "Halooo..., kami di mana?" dan teriakan itu bergema berulang-ulang sampai beberapa menit.
Akhirnya, setelah 15 menit menunggu terdengar jawaban: "Halo...., kalian tersesat!"
Satu dari antara ahli purbakala tersebut berkata, "Itu pasti jawaban profesor statistik!"
Kedua rekannya tertegun dan bertanya: "Dari mana kamu tahu?"
"Ada tiga alasan", jawabnya. "Pertama, dia terlalu lama untuk menjawab; kedua, dia selalu benar; dan ketiga, jawabannya tidak berguna sama sekali!"

c.       Humor Statistik: Tips Kesehatan ala Statistik
Statistik telah membuktikan! Tahukah Anda, bahwa orang yang mengalami ulang tahun lebih banyak, secara statistik lebih panjang umur dari pada orang yang mengalami ulang tahun lebih sedikit!

d.      Humor Statistik: Lagi, Cerita tentang Rata-rata
Seorang dosen statistik mendapati microwave di rumahnya rusak dan terus menerus meningkat suhunya. 'Wah ini harus segera dimatikan agar tidak semakin panas', katanya dalam hati. Akan tetapi, celaka, ternyata tombol power microwave sudah ikut memanas sehingga tangannya tidak tahan untuk mematikannya.
Tiba-tiba dosen tersebut mempunyai ide brillyan, menarik mesin pendingin di dekatnya dan mulai menyusun rencana. 'Tangan kananku memegang tombol power microwave yang panas, dan tangan kiriku masuk ke mesin pendingin, dengan demikian, secara rata-rata aku akan baik-baik saja!”.

e.       Humor Statistik: Pengemis dan Statistikawan
Seorang pengemis memohon sedekah kepada seorang ahli statistik yang setiap hari terbiasa bergelut dengan angka-angka.
"Kasihani saya pak", isak pengemis, "sudah tiga hari saya belum makan!"
"Hmm...", jawab statistikawan, "lalu bagaimana perbandingannya dengan tahun lalu pada periode yang sama?"

f.       Humor Statistik: Otak Statistikawan
Seorang kanibal ingin makan otak dan menanyakan menu otak kepada pelayan. Dengan sigap, pelayan restoran menjawab: "Otak statistikawan Rp.10.000, otak pengacara Rp. 20.000, otak politikus Rp. 30.000 dan otak pengacara yang juga politikus Rp. 40.000".
Sang kanibal mengernyitkan dahi, dan bertanya: “Mengapa harganya seperti itu? Apakah berdasarkan kualitas?"
"Tidak", jawab pelayan restoran segera, "itu berdasarkan kemampuan menghasilkan uang!"

Sumber:  

LOGIKA DAN ALGORITMA KOMPUTER (SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL)

PERTEMUAN KEDUA SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL  SMKN 1 CARIU Tahun Ajaran 2020/2021 "LOGIKA DAN ALGORITMA KOMPUTER"...